Rabu , Agustus 4 2021
Home / Headline / Oknum Bendahara Desa di Pelalawan Ditahan Jaksa

Oknum Bendahara Desa di Pelalawan Ditahan Jaksa

Pelalawan, Rokantimes.co.id

Bendahara Desa Solok, Pelalawan dinyatakan terbuksi bersalah dalam korupsi dana desa tahun 2017-2018. Nurweli ditahan di LP Perempuan Pekanbaru.

Riauterkini-PELALAWAN-Pihak kejaksaan Negeri Pelalawan kembali melakukan penahanan terhadap bendahara Desa Sungai Solok Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, bernama Nurweli.

Penahanan bendahara ini diyakini terlibat pada kasus dugaan Tipikor Dana Desa (DD) Desa Sungai Solok, Kecamatan Kuala Kampar tahun 2017-2018.

Eksekusi terhadap tersangka tersebut dilakukan pada Senin (11/1/2021) di kantor Kejari Pelalawan. Perempuan paruh baya tersebut datang memenuhi panggilan jaksa.

Sebelum dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Pekanbaru, ia terlebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan dan rapid tes antigen.

Setelah dinyatakan sehat dan bebas dari Covid-19, ia pun digiring menuju mobil yang sudah disiapkan jaksa untuk dibawa ke LP perempuan di Pekanbaru.

Kajari Pelalawan Nophy Thennophero South, SH, MH melalui Kasi Pidsus Andre Antonius, SH, MH, Senin (11/1/2021) mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan eksekusi terhadap terdakwa Nurweli berdasarkan petikan putusan 2966 k/pid.sus/2020.

Dimana kata dia, putusan tersebut diterima pada tanggal 30 Desember 2020, terkait dengan amar putusan, mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi atau penuntut umum jaksa Kejari Pelalawan, menyatakan terdakwa Nurweli terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama.

Pasal yang menjerat terdakwa adalah pasal pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana, selama tiga tahun dan denda sebesar Rp 50 juta, subsider tiga bulan.

“Terhitung hari ini, terdakwa kita eksekusi setelah turun putusan kasasi, terdakwa terbukti bersalah, terlibat pidana korupsi dana Desa Sei Solok, Kecamatan Kuala Kampar,” cakap Kasi Pidsus Andre Antonius.

Dikatakannya, Pengadilan Tipikor pada tanggal 30 Juli 2020 sempat memvonis bebas terdakwa. Hanya saja, pihaknya melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Hingga akhirnya, putusan kasasi tersebut, tanggal 30 Desember 2020 turun menyatakan terdakwa terbukti bersalah.

Sebagai data tambahan, Nurweli merupakan terdakwa dalam kasus dugaan Tipikor Dana Desa (DD) Desa Sungai Solok, Kecamatan Kuala Kampar tahun 2017-2018.

Dalam kasus rasuah ini kerugian keuangan negara yang timbul sebesar Rp1.440.752.698,21 selama dua tahun anggaran. Terdakwa Nurweli terlibat atau turut serta melakukan tindak pidana korupsi tersebut.

About rokan times

Check Also

Satgas Anti Begal Polres Inhil Sisir Sejumlah Lokasi

Inhil, Rokantimes.co.id Satgas anti begal sepeda Polres Inhil menggelar patroli  guna menjamin keamanan dan kenyamanan ...