Selasa , Mei 11 2021
Home / Headline / Pilkada Inhu: Oknum Kadis dan 5 Kades Terancam Masuk Bui

Pilkada Inhu: Oknum Kadis dan 5 Kades Terancam Masuk Bui

INHU, – Rokantimes.co.id

Setelah melalui proses pemeriksaan dan penyidikan yang cukup panjang, Polres Indragiri Hulu, Riau, kembali menetapkan 6 orang tersangka kasus pelanggaran Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah), 9 Desember 2020.

Jumlah itu tentunya menambah daftar kepala desa dan ASN yang terlibat dalam politik praktis, atau tidak menjaga netralitas selama tahapan Pilkada berlansung.

Berdasarkan informasi yang diterima RIAULINK.COM, 6 (enam) orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut, merupakan satu orang kepala dinas, dan lima orang kepala desa aktif.

Kapolres Inhu, AKBP Efrizal melalui Kasat Reskrim AKP I Komang Aswatama membenarkan hal tersebut. Kendati demikian, terhadap para tersangka tidak dilakukan penahanan.

“Benar, ada enam orang yang telah kita tetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana pelanggaran Pilkada Inhu 2020,” ujar Komang menjawab wartawan.

Mereka adalah, inisial R (46) selaku Kepala Dinas PMD, Sep (26) Kades Peladangan, SR (32), Kades Aur Cina, GA (37) Kades Bukit Selanjut, RK (32) Kades Petonggan, dan SV (27) Kades Pondok Gelugur,” tuturnya saat dilansir riaulink.com.

Terhadap para tersangka itu lanjut Komang, berkas perkara terhadap masing-masing tersangka dibuat secara terpisah, sesuai dengan tingkat pelanggaran yang mereka lakukan.

“Berkas perkara para tersangka itu, kita buat secara terpisah. Jika berkas perkara sudah lengkap (P21), dalam waktu dekat akan kita limpahkan kepada JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejari Inhu,” jelasnya.

Yang mana, para tersangka dijerat dengan pasal 188 UU Nomor 10 Tahun 2016 jo UU Nomor 1 Tahun 2015. Tentang Peraturan pemerintah pengganti undang-undang, Perpu Nomor I tahun 2014, Tentang pemilihan gubernur bupati / walikota jo pasal 71 ayat 1 UU tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 14 Tahun 2014 dengan ancaman maksimal 6 bulan penjara, tutupnya.

Sebagai mana diketahui, sebelum 1 kepala dinas dan 5 kepala desa ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Inhu, pada 30 November 2020 lalu, majelis hakim Pengadilan Negeri Rengat juga telah menjatuhkan vonis terhadap 1 orang terdakwa tindak pidana pelanggaran Pilkada di Inhu.

Terdakwa divonis selama 4 bulan penjara, denda Rp6 juta rupiah subsider 3 bulan, atas putusan PN Rengat Nomor: 380/Pid.Sus/2020/PN RGT tertanggal 30 November 2020.

Atas putusan itu, terdakwa yang diketahui bernama Edi Priyanto yang merupakan Kepala Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat tersebut upaya hukum banding.

Namun, upaya hukum yang diajukan terdakwa Edi Priyanto tidak membuahkan hasil. PT (Pengadilan Tinggi) Pekanbaru melalui putusannya No: 607/Pid.Sus/2020/PT.PBR Tertanggal 10 Desember 2020, menguatkan putusan yang dijatuhkan PN Rengat, dan menghukum terdakwa untuk membayar biaya perkara.

About rokan times

Check Also

Kecelakaan Maut di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Mobil L300 Tabrak Truk, Satu Tewas di Tempat

PEKANBARU – Rokantimes.co.id Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Kali ini antara mobil ...