Selasa , Desember 1 2020
Home / Headline / Suzuya Bagan Batu Tidak Miliki IPLC, DLH Kabupaten Rokan Hilir Beri Sanksi

Suzuya Bagan Batu Tidak Miliki IPLC, DLH Kabupaten Rokan Hilir Beri Sanksi

Foto : Lubang kontrol limbah dari Texas Chicken Kompleks Suzuya Bagan Batu.

ROKANTIMES.co.id, Bagan Batu – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir, Propinsi Riau memberikan sanksi teguran administrasi kepada PT. Suryatama Mahkota Kencana (SUZUYA) Bagan Batu. Teguran ini diberikan setelah DLH melakukan verifikasi dan menemukan bahwa PT. Suryatama Mahkota Kencana (SUZUYA) Bagan Batu meski telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tetapi tidak memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) dari DLH Kabupaten Rokan Hilir.

Bahkan gerai Texas Chicken yang masih dalam satu kompleks dengan Suzuya membuang limbah olahan Resto cepat saji itu mengalir tanpa diolah di IPAL dan langsung dialirkan ke gorong-gorong yang mengarah ke drainase di jalan Jendral Sudirman Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah.

Hal itu terungkap saat DLH Rohil melakukan verifikasi dan pengecekan ke lokasi pasca diterbitkan berita tentang temuan yang diduga limbah minyak goreng beberapa hari lalu, Jumat (27/4) petang.

Pengecekan oleh DLH Kabupaten Rokan Hilir tersebut dilakukan sekira pukul 17.30 Wib, Tim DLH Rohil mengecek tangki IPAL Suzuya dan mengambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Kemudian, tim DLH didampingi pihak menejemen Suzuya mengecek lubang kontrol tempat pembuangan limbah yang diduga ada minyak goreng bekas dari Texas Chicken tersebut.

Yang mana akhirnya, karyawan Texas Chicken membuka lubang kontrol limbah tersebut. Hasilnya, gumpalan limbah di titik tersebut. Bahkan, tampak tali nilon ukuran sedang menyangkut di aliran limbah, yang menurut pengakuan karyawan Texas Chicken, untuk membersihkan gorong-gorong jika tersumbat.

Anehnya, pihak gerai Texas Chicken membantah bahwa pihaknya membuang limbah minyak goreng ke saluran gorong-gorong tersebut. Padahal, pada pemberitaan sebelumnya, menejer Building Suzuya, Rinto Sinurat membenarkan bahwa pihak Texas Chicken terkadang membuang limbah ke aliran tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Suwandi, S. Sos yang diwakili Kabid Penataan M. Nuh Hidayat menyayangkan jika aliran limbah dari gerai Texas Chicken tanpa masuk ke sistem IPAL terlebih dahulu. Pasalnya, lanjutnya, percuma ada mesin IPAL, namun limbah dari Texas Chicken tidak diolah terlebih dahulu.

“IPAL ini kan mahal, percuma saja kalau tidak digunakan. Apa artinya ada IPAL kalau tidak dipergunakan,” katanya penuh heran.

DLH Rohil juga menemukan oli bekas yang mana oli bekas merupakan jenis limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang diletakkan di belakang Suzuya. Dimana, pihak Suzuya juga belum memiliki tempat penyimpanan dan izin pembuangan limbah B3.

Dari hasil pengecekan itu, lanjut Hidayat, pihak Suzuya diminta untuk menutup aliran limbah dari Texas Chicken dan mengalirkan ke Tangki IPAL. Meski memiliki IPAL, pihak Suzuya juga diminta untuk mengurus IPLC dari DLH Rohil. “Artinya, IPAL tidak harus ada izin, tapi izin pembuangan limbah cair (IPLC) harus ada. Karena, siapa yang menentukan limbah mereka sudah layak dialirkan ke lingkungan?” tandasnya.

Adapun poin-poin yang wajib dilaksanakan pihak Suzuya diantaranya;

  1. Pihak Suzuya Plaza wajib mengurus Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) dalam waktu tiga bulan terhitung (28 April s/d 28 Juli 2018)
  2. Pihak Suzuya Plaza wajib menghentikan pembuangan air limbah dari IPAL ke parit yang ada di dalam pagar.
  3. Menghentikan pembuangan minyak sisa penggorengan ke dalam lubang kontrol di depan Texas Chicken.
  4. Wajib membersihkan sisa minyak penggorengan yang ada
  5. Membongkar saluran pembuangan air limbah yang ada di depan Texas Chicken dan kemudian dialiri ke IPAL.
  6. Wajib membuat tempat penyimpanan limbah B3.
  7. Wajib mengurus izin pembuangan limbah B3.
  8. Wajib melaporkan hasil pemantauan air limbah setiap bulan ke DLH Rohil dengan tembusan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan provinsi Riau serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  9. Seluruh aliran pembuangan air limbah domestik dan aktivitas limbah cair yang lainnya harus dialirkan ke IPAL sesuai dengan Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH).
  10. Untuk poin 1, 4, 5, 7 dan 8 diberi jangka waktu 3 bulan (28 April s/d 28 Juli 2018).
  11. Poin 2 diberi jangka waktu 2 hari.
  12. Poin 3, 4, diberi jangka waktu 3 hari terhitung 28 April s/d 01 Mei 2018.

“Pihak perusahaan, diwajibkan untuk melaporkan seluruh hasil pelaksanaan tindak lanjut pada poin-poin diatas kepada DLH Rohil,” kata Hidayat.

Dan untuk sampel yang diambil, pihak DLH juga mengambil sampel di lubang kontrol depan Texas Chicken. “Dua titik yang kita ambil sampelnya, akan kita lakukan uji Laboratorium. Kita tunggu saja nanti hasilnya,” tandasnya mengakhiri. (ISTR)

About rokan times

Check Also

CAMAR Unggul Versi Polling Media Online Riau24Jam.com

CAMAR unggul dalam polling Riau24jam.com ROKAN HILIR-Pasangan Calon Bupati Rokan Hilir Nomor Urut 1 Cutra ...